Gelandang serang Persib Bandung, Thom Haye, menyambut penuh antusias laga sarat gengsi melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pertandingan yang digelar pada pekan terakhir paruh musim BRI Super League 2025/2026 ini menjadi momen spesial bagi Haye karena untuk pertama kalinya ia merasakan langsung atmosfer rivalitas terbesar dalam sepak bola Indonesia.
Bagi pemain berdarah Belanda tersebut, duel Persib versus Persija bukan sekadar pertandingan biasa. Sejak sebelum bergabung dengan Maung Bandung, Haye sudah banyak mendengar cerita tentang panasnya laga klasik ini—baik dari rekan setim, media, hingga para pendukung setia Persib. Kini, ia siap merasakan sendiri tekanan dan energi besar yang selalu menyelimuti duel dua raksasa sepak bola nasional tersebut.
Pengalaman Perdana di Rivalitas Terbesar
Haye mengakui bahwa selama ini dirinya hanya menyaksikan rivalitas Persib dan Persija dari luar. Ia melihat bagaimana pertandingan ini selalu menyita perhatian publik, memicu emosi suporter, dan kerap menjadi penentu penting dalam perjalanan musim kedua tim.
“Selalu terasa istimewa bisa bermain dalam laga dengan energi dan atmosfer seperti ini. Saya sangat menantikan pengalaman tersebut,” ujar Haye dengan nada penuh semangat.
Baginya, bermain di GBLA dengan dukungan puluhan ribu bobotoh akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Atmosfer stadion yang dikenal bergelora diyakini mampu memacu adrenalin pemain untuk tampil maksimal sejak menit pertama.
Laga Krusial Penutup Paruh Musim
Selain gengsi rivalitas, Haye menilai laga kontra Persija memiliki arti strategis bagi Persib. Pertandingan ini menjadi penutup paruh musim, sehingga hasil positif sangat penting untuk menjaga momentum tim menjelang putaran berikutnya.
Kemenangan atas rival abadi diyakini dapat mendongkrak kepercayaan diri skuad Maung Bandung, sekaligus mengirim pesan kuat kepada pesaing lain bahwa Persib siap bersaing di jalur juara. Haye menegaskan bahwa seluruh pemain menyadari besarnya arti laga ini, baik bagi klub maupun para pendukung.
Atmosfer dan Passion Jadi Pembeda
Menurut Haye, salah satu hal yang membuat Persib vs Persija berbeda dari pertandingan lain adalah passion yang menyertainya. Ia menilai laga ini tidak hanya melibatkan pemain di lapangan, tetapi juga emosi, sejarah, dan kebanggaan dua basis suporter besar.
“Tentu saya mendengar bahwa Persib versus Persija adalah salah satu rivalitas terbesar dalam sepak bola. Banyak yang membicarakan soal passion, atmosfer, dan betapa pentingnya pertandingan ini bagi kedua klub serta para pendukungnya,” ungkapnya.
Sebagai pemain profesional, Haye melihat tekanan besar ini justru sebagai tantangan menarik. Ia merasa atmosfer panas dapat menjadi energi tambahan untuk menunjukkan kualitas permainan terbaiknya.
Siap Berkontribusi untuk Maung Bandung
Haye menegaskan kesiapannya untuk berkontribusi maksimal demi mengamankan kemenangan Persib. Ia ingin menjadikan laga ini sebagai pembuktian diri sekaligus bentuk dedikasi kepada klub dan bobotoh yang telah memberikan dukungan penuh sejak kedatangannya.
Dengan karakter permainan yang kreatif dan visi bermain yang baik, Haye diharapkan mampu menjadi penghubung lini tengah Persib dalam membongkar pertahanan Persija. Perannya akan sangat krusial dalam menjaga tempo permainan dan menciptakan peluang bagi lini depan.
GBLA Jadi Panggung Pembuktian
Duel panas di GBLA bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang mental dan karakter. Bagi Thom Haye, laga ini adalah panggung pembuktian bahwa dirinya siap menjadi bagian dari sejarah panjang Persib dalam rivalitas klasik melawan Persija.
Dengan antusiasme tinggi, motivasi besar, dan dukungan penuh bobotoh, Haye berharap dapat menutup paruh musim dengan hasil terbaik. Jika Persib mampu meraih kemenangan, laga debut Haye di El Clasico Indonesia ini berpotensi menjadi kenangan manis dalam perjalanan kariernya di sepak bola nasional.
Baca Juga : BNPB Hentikan Pencarian Korban di Sumut dan Sumbar
Cek Juga Artikel Dari Platform : infowarkop

