Gerindra Dukung Wacana Perubahan Sistem Pilkada
Partai Partai Gerindra menyatakan dukungannya terhadap wacana pengkajian ulang sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung oleh rakyat. Ketua DPP Gerindra Prasetyo Hadi menilai Indonesia harus berani mengevaluasi dan bahkan mengubah sistem pilkada yang selama ini diterapkan apabila terbukti menimbulkan banyak dampak negatif.
Menurut Prasetyo, perubahan sistem bukanlah sesuatu yang tabu dalam demokrasi. Justru, keberanian melakukan evaluasi dianggap penting demi memperbaiki kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah di masa depan.
Pilkada Langsung Dinilai Banyak Sisi Negatif
Prasetyo menegaskan bahwa pilkada langsung yang dilaksanakan selama ini memang memiliki kelebihan dari sisi partisipasi rakyat. Namun di sisi lain, sistem tersebut juga menyimpan berbagai persoalan yang tidak bisa diabaikan.
Ia menilai, pilkada langsung kerap melahirkan persoalan struktural, mulai dari praktik politik uang, konflik horizontal di masyarakat, hingga ketegangan sosial yang berkepanjangan. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan refleksi serius bagi seluruh pemangku kepentingan.
Ongkos Politik Kepala Daerah Terlalu Mahal
Salah satu alasan utama Gerindra mendorong kajian ulang sistem pilkada adalah mahalnya ongkos politik. Prasetyo menyebut biaya yang harus dikeluarkan calon kepala daerah untuk memenangkan pilkada langsung sangat besar.
Baik calon bupati, wali kota, maupun gubernur, disebut harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Kondisi ini dinilai berisiko mendorong praktik-praktik tidak sehat, seperti politik transaksional, demi mengembalikan modal politik setelah terpilih.
Beban Anggaran Negara Jadi Pertimbangan
Selain ongkos politik di tingkat calon, Prasetyo juga menyoroti besarnya anggaran negara yang harus dialokasikan untuk penyelenggaraan pilkada langsung. Menurutnya, pembiayaan pilkada yang bersumber dari anggaran negara setiap lima tahun sekali jumlahnya tidak kecil.
Gerindra menilai, dalam kondisi keuangan negara yang harus dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis lain, sistem pilkada perlu dievaluasi dari sisi efektivitas dan efisiensi anggaran.
Usulan Pilkada Lewat DPRD
Berdasarkan kajian internal, Gerindra menjadi salah satu partai politik yang secara terbuka mengusulkan agar pemilihan kepala daerah dikembalikan melalui mekanisme DPRD. Sistem ini dinilai dapat menekan biaya politik serta meminimalisir konflik di masyarakat.
Menurut Prasetyo, mekanisme pemilihan melalui DPRD tetap merupakan bagian dari demokrasi, karena DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat yang dipilih melalui pemilu. Dengan demikian, aspirasi publik tetap terwakili melalui wakil-wakilnya di parlemen daerah.
Prabowo Subianto Disebut Dukung Gagasan Lama
Prasetyo menyebut bahwa Prabowo Subianto, selaku Ketua Umum Partai Gerindra, telah lama mendukung gagasan pilkada melalui DPRD. Pandangan tersebut bukan hal baru di internal partai dan telah menjadi bagian dari diskursus kebijakan Gerindra sejak beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Prabowo memandang bahwa sistem pilkada harus mampu menghasilkan pemimpin daerah yang berkualitas tanpa membebani negara maupun masyarakat secara berlebihan.
Demokrasi Tidak Harus Selalu Langsung
Gerindra menilai bahwa demokrasi tidak selalu identik dengan pemilihan langsung dalam setiap aspek. Prasetyo menekankan bahwa banyak negara demokratis yang menerapkan sistem pemilihan tidak langsung untuk jabatan tertentu, namun tetap mampu menjaga akuntabilitas pemerintahan.
Ia menilai, esensi demokrasi terletak pada mekanisme pengawasan, transparansi, serta pertanggungjawaban pemimpin kepada rakyat, bukan semata-mata pada metode pemilihan.
Perlu Kajian Mendalam dan Dialog Nasional
Meski mendukung perubahan, Prasetyo menegaskan bahwa wacana pilkada lewat DPRD perlu dikaji secara mendalam. Kajian tersebut harus melibatkan akademisi, praktisi hukum, partai politik, serta masyarakat sipil agar tidak menimbulkan resistensi publik.
Gerindra menilai perubahan sistem politik harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis data, bukan sekadar dorongan kepentingan jangka pendek.
Respons Publik Diprediksi Beragam
Wacana pilkada melalui DPRD diperkirakan akan memicu perdebatan luas di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai pilkada langsung merupakan capaian reformasi yang tidak boleh ditarik kembali, sementara pihak lain menilai sistem tersebut perlu diperbaiki karena dinilai terlalu mahal dan rawan konflik.
Gerindra menyatakan siap berdialog dan menerima kritik atas usulan tersebut sebagai bagian dari proses demokrasi.
Arah Debat Sistem Politik Nasional
Dukungan Gerindra terhadap wacana ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa perdebatan mengenai sistem pilkada akan kembali menguat di tingkat nasional. Ke depan, pembahasan ini diperkirakan akan masuk ke ranah legislatif dan menjadi isu strategis dalam reformasi politik Indonesia.
Prasetyo menegaskan bahwa tujuan utama dari usulan ini bukan untuk melemahkan demokrasi, melainkan untuk mencari sistem terbaik yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan bagi Indonesia.
Baca Juga : Laporan Polri 2025 Penipuan Online hingga Narkoba
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : revisednews

