Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyampaikan kabar menggembirakan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat melanda sejumlah wilayah. Setelah dilakukan upaya pemadaman secara intensif oleh tim gabungan, seluruh titik kebakaran dengan total luas mencapai 58,7 hektare kini dipastikan telah padam sepenuhnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, menegaskan bahwa kondisi di seluruh lokasi terdampak sudah terkendali dan tidak ada lagi titik api aktif. Keberhasilan ini menjadi hasil kerja cepat berbagai unsur yang terlibat dalam proses pemadaman, mulai dari BPBD, aparat keamanan, relawan, hingga masyarakat setempat.
Pemadaman Intensif di Tujuh Kecamatan
Karhutla yang terjadi di Aceh Barat dilaporkan tersebar di tujuh kecamatan. Tim gabungan melakukan pemadaman dengan metode darat secara intensif, mengingat sebagian besar lokasi berada di area lahan terbuka dan semak belukar.
Ronald menjelaskan bahwa seluruh lokasi yang sempat terbakar kini dalam status padam 100 persen. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran ulang, terutama karena kondisi cuaca dan vegetasi kering dapat memicu munculnya titik api baru.
Keberhasilan pemadaman ini sekaligus menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor berjalan dengan efektif dalam menghadapi bencana karhutla yang kerap terjadi di wilayah rawan.
Rincian Lokasi Kebakaran yang Sudah Padam
BPBD Aceh Barat juga memerinci sejumlah desa yang sempat terdampak kebakaran lahan. Di Kecamatan Johan Pahlawan, terdapat beberapa titik karhutla yang berhasil dipadamkan, antara lain:
- Desa Suak Raya dengan luas kebakaran sekitar 10,5 hektare
- Desa Lapang (Ujong Beurasok) seluas 9,5 hektare
- Desa Suak Nie seluas 10 hektare
Selain itu, kebakaran di Desa Aron Baroh, Kecamatan Woyla, dengan luas sekitar 0,5 hektare juga telah berhasil ditangani.
Ronald menambahkan bahwa pemadaman dilakukan dengan cepat karena akses lokasi masih memungkinkan dijangkau oleh tim darat, meskipun medan di beberapa titik cukup menantang.
Kecamatan Meureubo dan Bubon Juga Terkendali
Tidak hanya di Johan Pahlawan, karhutla juga sempat terjadi di Kecamatan Meureubo. Beberapa desa yang terdampak di wilayah ini meliputi:
- Desa Alue Peunyareng seluas 1 hektare
- Desa Ujong Tanoh Darat I seluas 0,5 hektare
- Desa Ujong Tanoh Darat II seluas 0,5 hektare
- Desa Ranto Panyang Timur seluas 2 hektare
Seluruh titik tersebut kini sudah dipastikan padam setelah dilakukan pemadaman intensif.
Sementara itu, di Kecamatan Bubon, kebakaran lahan terjadi di Desa Peulante dengan luas sekitar 6,2 hektare. Lokasi ini juga telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan.
Dengan padamnya seluruh titik api di berbagai kecamatan tersebut, situasi di Aceh Barat saat ini dinyatakan aman dan terkendali.
Peran Tim Gabungan dalam Penanganan Karhutla
BPBD Aceh Barat menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran tim gabungan yang bergerak cepat sejak laporan kebakaran diterima. Unsur yang terlibat meliputi petugas BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat desa yang turut membantu di lapangan.
Kerja sama ini menjadi kunci utama dalam mengatasi kebakaran sebelum meluas ke area yang lebih besar. Pemadaman dilakukan dengan cara penyekatan api, penyiraman langsung, hingga patroli lanjutan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala.
Ronald juga mengapresiasi partisipasi warga yang ikut membantu proses pemadaman, terutama di desa-desa yang terdampak langsung.
Pentingnya Kewaspadaan Meski Api Sudah Padam
Meski seluruh titik karhutla telah padam, BPBD tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Musim kemarau dan kondisi lahan kering masih berpotensi menimbulkan kebakaran baru apabila ada aktivitas pembakaran sembarangan.
BPBD mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan. Selain itu, masyarakat diminta segera melapor jika melihat asap atau tanda-tanda kebakaran di area hutan maupun perkebunan.
Langkah pencegahan menjadi bagian penting agar Aceh Barat dapat terhindar dari karhutla berulang yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap.
Dampak Karhutla terhadap Lingkungan dan Masyarakat
Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan semata, tetapi juga berdampak besar terhadap ekosistem dan kehidupan sosial. Kebakaran hutan dapat merusak habitat satwa, menurunkan kualitas tanah, serta memicu polusi udara yang berbahaya.
Di beberapa wilayah Indonesia, karhutla sering menyebabkan kabut asap yang mengganggu aktivitas sekolah, transportasi, hingga kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Karena itu, pemadaman total karhutla di Aceh Barat menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Penutup: Aceh Barat Kini Aman, Pemantauan Tetap Berlanjut
Dengan padamnya seluruh titik karhutla seluas 58,7 hektare di tujuh kecamatan, Aceh Barat kini berada dalam kondisi lebih aman. BPBD memastikan situasi terkendali, namun pemantauan dan patroli tetap dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan.
Keberhasilan ini menjadi bukti pentingnya respons cepat, koordinasi tim gabungan, serta dukungan masyarakat dalam menghadapi bencana karhutla. Ke depan, kewaspadaan dan pencegahan harus terus ditingkatkan agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi.
Baca juga : Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto Wafat Usia 33
Cek Juga Artikel Dari Platform : https://medianews.web.id/

