Dalam ajaran Islam, dzikir merupakan salah satu bentuk ibadah paling utama yang berfungsi menghidupkan hati, menenangkan jiwa, serta menguatkan hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Di antara sekian banyak kalimat dzikir, terdapat satu rangkaian kalimat thayyibah yang dikenal memiliki keutamaan besar dan diamalkan secara luas oleh umat Islam, yaitu La Ilaha Illallah Al Malikul Haqqul Mubin.
Dzikir ini tidak hanya dikenal sebagai bacaan tauhid, tetapi juga diyakini membawa dampak spiritual yang mendalam bagi siapa pun yang mengamalkannya secara istiqamah. Bahkan, kalimat mulia ini tertulis pada pintu Ka’bah di Masjidil Haram, yang menunjukkan kemuliaan dan kedudukannya dalam Islam.
Makna Mendalam di Balik Dzikir Tauhid
Secara makna, La Ilaha Illallah Al Malikul Haqqul Mubin adalah pengakuan keesaan Allah yang disertai dengan pengagungan terhadap sifat-sifat-Nya. Kalimat ini menegaskan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Sang Raja yang Maha Benar dan Maha Menjelaskan.
Dzikir ini mengandung pesan tauhid yang sangat kuat, yakni:
- Allah adalah satu-satunya penguasa alam semesta
- Seluruh kebenaran hakiki hanya berasal dari Allah
- Segala sesuatu yang samar dalam hidup manusia akan menjadi jelas dengan izin-Nya
Dengan menghayati makna tersebut, seorang Muslim diajak untuk menyerahkan segala urusan hidupnya kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan.
Lafal Arab, Latin, dan Terjemahannya
Agar dzikir ini diamalkan dengan benar, berikut lafal lengkapnya:
Tulisan Arab:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ
Latin:
La ilaha illallah al-malikul haqqul mubin
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah, Dia-lah Raja Yang Maha Benar dan Maha Menjelaskan.”
Kalimat ini merupakan gabungan antara kalimat tahlil sebagai fondasi iman dan tiga sifat agung Allah, yaitu:
- Al-Malik: Maha Raja, Maha Penguasa
- Al-Haqq: Maha Benar
- Al-Mubin: Maha Nyata, Maha Menjelaskan
Keutamaan Dzikir La Ilaha Illallah Al Malikul Haqqul Mubin
Para ulama dan ahli hikmah menyebutkan banyak keutamaan dari dzikir ini, terutama jika diamalkan secara rutin. Dalam tradisi Islam, dzikir ini sering dianjurkan dibaca 100 kali setiap hari. Berikut beberapa keutamaan yang paling masyhur:
1. Pembuka Pintu Rezeki dan Penolak Kefakiran
Dzikir ini dikenal luas sebagai salah satu amalan pembuka rezeki. Rezeki yang dimaksud tidak terbatas pada materi, tetapi juga mencakup ketenangan hati, kesehatan, keluarga yang harmonis, dan keberkahan hidup.
Dengan meyakini Allah sebagai Al-Malik, seorang hamba menyadari bahwa semua rezeki berada di bawah kekuasaan-Nya. Keyakinan ini membangun sikap tawakal dan menjauhkan hati dari rasa takut akan kekurangan.
2. Penenteram Hati dan Penguat Iman
Membaca dzikir ini secara rutin dapat menenangkan hati yang gelisah. Saat seseorang merasa bingung, tertekan, atau menghadapi masalah hidup, dzikir ini membantu mengingatkan bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Menjelaskan segala urusan.
Dzikir ini juga memperkuat iman karena mengandung pengakuan tauhid yang mendalam. Semakin sering dibaca dengan penuh kesadaran, semakin kuat pula hubungan batin seorang hamba dengan Allah SWT.
3. Pelindung dari Fitnah dan Siksa Kubur
Dalam berbagai riwayat dan tradisi ulama, dzikir ini diyakini menjadi munis atau teman di alam kubur. Ia menjadi cahaya dan penenang bagi pembacanya ketika berada di alam barzakh, serta pelindung dari fitnah dan siksa kubur.
Keyakinan ini sejalan dengan prinsip Islam bahwa dzikir dan tauhid adalah bekal utama manusia setelah kematian.
4. Wasilah Mendapatkan Ridha Allah dan Surga
Kalimat tauhid adalah kunci surga. Dengan menambahkan sifat-sifat Allah yang agung, dzikir ini menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengetuk pintu surga. Ia mencerminkan penghambaan yang tulus dan pengakuan penuh atas kebesaran Allah SWT.
Landasan dari Al-Qur’an
Meskipun dzikir ini dikenal melalui riwayat dan tradisi para ulama, maknanya memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an. Sifat-sifat Allah yang terkandung di dalamnya disebutkan secara jelas dalam beberapa ayat.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah adalah Al-Malik Al-Haqq, Raja yang sebenar-benarnya, serta Al-Haqq Al-Mubin, Yang Maha Benar dan Maha Menjelaskan. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan dzikir tersebut sepenuhnya selaras dengan ajaran Al-Qur’an.
Cara Mengamalkan Agar Lebih Berkah
Untuk memperoleh manfaat maksimal, para ulama menyarankan beberapa adab dalam mengamalkan dzikir ini:
- Dibaca 100 kali setiap hari secara istiqamah
- Dianjurkan dibaca pada pagi hari setelah Subuh atau sore hari
- Bisa dibaca setelah shalat fardhu
- Dibaca dengan menghadirkan hati dan memahami maknanya
- Disertai keyakinan penuh bahwa Allah adalah sebaik-baik Penolong
Istiqamah dalam dzikir, meski sedikit, lebih utama daripada banyak tetapi tidak konsisten.
Penutup
Dzikir La Ilaha Illallah Al Malikul Haqqul Mubin adalah amalan tauhid yang sarat makna dan keutamaan. Ia bukan sekadar bacaan lisan, melainkan pengakuan mendalam bahwa seluruh kehidupan berada dalam kekuasaan Allah SWT, Sang Raja Yang Maha Benar dan Maha Menjelaskan.
Dengan mengamalkannya secara rutin dan penuh kesadaran, seorang Muslim diharapkan memperoleh ketenangan hati, kelapangan rezeki, perlindungan di alam kubur, serta keselamatan di dunia dan akhirat. Semoga kita semua dimudahkan untuk istiqamah dalam dzikir dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.
Baca Juga : Menhan Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Pemulihan Tapsel
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : ngobrol

